Tips Safety Riding

  • by

Tips Safety Riding – Sahabat Sekalian , Sebagai pengguna jalan, tentunya kita wajib bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. Penting bagi pengendara untuk memiliki kemampuan Mengenal safety riding, yaitu kecakapan dan keterampilan mengemudi dan mengutamakan budaya keselamatan berkendara. Misalnya, berkonsentrasi saat berkendara, tidak sambil menggunakan telepon genggam, nonton, makan dan minum terutama alkohol. Stamina dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan lelah, dan mengantuk.  Hal lainnya soal safety riding adalah menaati aturan lalu lintas dan menghormati pengguna jalan raya lain terutama pejalan kaki serta memberikan kesempatan bagi kendaraan yang mendapatkan prioritas, seperti ambulans, penanganan ancaman bom, penanganan huru-hara, penanganan bencana alam, atau pemadam kebakaran.

Mengingat kemacetan sudah menjadi hal kronis di banyak kota di Indonesia dan tingkat kecelakaan juga cukup tinggi maka kita perlu fokus saat berkendara, mengetahui dan menaati rambu-rambu lalu lintas, memiliki kemampuan teknis berkendara, jaga jarak aman, peduli pada keselamatan pengguna jalan yang lain, misalnya tidak mengerem mendadak dan gunakan lampu sen saat pindah jalur atau belok, dan selalu bawa SIM dan STNK yang masih berlaku.

Selain memperpanjang usia kendaraan, pengecekan kondisi mobil atau motor secara rutin meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, beberapa kasus kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh rem blong, tekanan ban tidak tepat, dan kerusakan kendaraan yang tidak disadari pengendara. Dengan pengecekan rutin, kamu menyadari dan mendeteksi adanya kerusakan pada kendaraan, sehingga dilakukan upaya perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan korban.

Rambu lalu lintas yang terpasang di jalan raya bukan sekadar pajangan, melainkan berfungsi melindungi pengguna dari bahaya kecelakaan. Maka itu, patuhi rambu lalu lintas demi keamanan dan keselamatan bersama.

Baca Juga:   Begini Cara Mencegah Rhinitis Alergi

Batas kecepatan berkendara diatur oleh UU No. 22 tahun 2009. Di dalamnya terdapat batas kecepatan menurut kawasan pemukiman (30 kilometer per jam), perkotaan (50 kilometer per jam), jalan antarkota (80 kilometer per jam), dan bebas hambatan (100 kilometer per jam). Dalam kondisi arus bebas, kecepatan paling rendah yang ditetapkan adalah 60 kilometer per jam. Pastikan selalu menggunakan lampu sein saat mengambil jalur lain atau belok, dan melihat spion saat berkendara untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan lain.

Sabuk pengaman wajib digunakan saat mengendarai mobil, sedangkan helm wajib digunakan saat mengendarai motor. Aturan ini bukan formalitas, tapi ditetapkan untuk melindungi pengendara dari risiko kecelakaan lalu lintas. Jangan gunakan sabuk pengaman atau helm saat ada polisi, tapi gunakan untuk keselamatan diri sendiri. Belum ada peraturan yang mengatur jarak aman saat berkendara. Namun, Polri punya rumus menentukan jarak aman yang dihitung dari kecepatan mobil di belakang mobil lain. Rumus ini dituangkan dalam buku saku yang diberikan gratis untuk umum berjudul “Panduan Praktis Berlalu Lintas”. Pengaturan jarak aman dianjurkan saat hujan, permukaan licin, jalan mendaki atau menurun (tanjakan), serta mengemudi kendaraan berat atau sedang menarik gandengan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.