60 Kata-Kata Ambyar Jawa Paling Baru dan Terpopuler di Tahun 2020, lengkap Dengan Artinya - Ceramah Pidato

60 Kata-Kata Ambyar Jawa Paling  Baru dan Terpopuler di Tahun 2020, lengkap Dengan Artinya – Sahabat sekalian kali ini Ceramah Pidato Akan Berbagi artikel mengenai kumpulan kata-kata ambyar paling populer di tahun ini. Kata-kata ambyar ini Lagi viral, kata kata ambyar identik dengan penyanyi Jawa, yaitu almarhum Didi Kempot.fans Mas Didi Kempot nmananya adalah Sobat Ambyar, itulah sejarahnya sehigga muncul kata-kata ambyar. Seiring dengan perkembangan, Saat ini kata-kata ambyar lebih sering ditunjukan sebagai ungkapa kekecewaan, terutama soal cinta dikalangan anak muda. Nah berikut ini 60 kata-kata ambyar terbaru terpopuler di tahun 2020 ini, simaklah.

60 Kata-Kata Ambyar Terbaru Terpopuler Tahun 2020

  1. “Ra kepetuk sak wetoro rasane pengen weruh sliramu.” (Tidak bertemu sebentar saja, aku selalu ingin bertemu kamu)
  2. “Jeroning ati kangenku setengah mati.” (Di dalam hatiku sangat merindukan kamu sampai setengah mati)
  3. “Wong lemu kui, dudu kakean mangan, tapi program diete sing gagal.” (Orang gemuk itu, bukan kebanyakan makan, tapi program dietnya gagal)
  4. “Combro bae ana isine, masa atimu kosong.” (combro saja ada isinya, masa hatimu kosong)
  5. Demikianlah artikel mengenai 60 Kata-Kata Ambyar Jawa Paling  Baru dan Terpopuler di Tahun 2020, lengkap Dengan Artinya semoga artikel ini dapat meberikan inspirasi bagi kita semua.[cp]
  6. “Pacaran kui ra usah diumbar-umbar, sing penting undangan teko-teko kesebar.” (Pacaran itu tidak perlu dipamerkan, yang penting tiba-tiba menyebar undangan)
  7. “Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelem ndalan.” (Tuhan memberikan jalan bagi mereka yang mau memberikan jalan pada orang lain)
  8. “Mohon, mangesthi, mangastuti, marem.” (Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)
  9. “Natas, nitis, netes.” (Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)
  10. “Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo.” (Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)
  11. “Alam iki sejatining Guru.” (Alam adalah guru yang sejati)
  12. “Rela lan legawa lair trusing batin.” (Ikhlas lahir batin)
  13. “Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan.” (Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya)
  14. “Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman.” (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi)
  15. “Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka.” (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka)
  16. “Alon-alon waton klakon.” (Pelan-pelan saja yang penting berhasil)
  17. “Ambeg utomo, andhap asor.” (Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati)
  18. “Ala lan becik iku gegandhengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran.” (Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)
  19. “Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati.” (Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)
  20. “Jumbuh karo unine bebasan, sabar iku kuncining swarga, ateges marganing kamulyan.” (Berlaku sabar itu adalah “jalan utama” untuk mendapatkan “surga”)
  21. “Suwalike malah kebak pengarep-arep lan kuwawa nampani apa bae kang gumelar ing salumahe jagad iki.” (Sebaliknya kita harus menjalani dengan penuh harapan dan seolah-olah mampu untuk mendapatakan apa saja yang ada di dunia ini. Tentunya dengan disertai rasa mawas diri dan kepasrahan).
  22. “Luwih becik meneng kanthi resiko dianggep dadi bodho, tinimbang ngomong lan marakke wong liya tambah ragu.” (Lebih baik tetap diam dengan risiko dianggap bodoh, daripada berbicara dan menghilangkan semua keraguan tentang itu)
  23. “Yen sampeyan lagi dadi mayoritas, iku wektu kanggo ndandani utawa mandheg lan introspeksi.” (Setiap kali kamu berada di pihak mayoritas, sekarang saatnya untuk melakukan reformasi atau berhenti dan berefleksi)
  24. “Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah.” (Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah)
  25. “Aja milik barang kang melok.” (Jangan tergiur barang yang berkilau)
  26. “Mangasah mingising budi, Memasuh malaning bumi, Memayu hayuning bawana.” (Melatih ketajaman budi, membersihkan angkara-murka di bumi, dan merawat berkah dan anugerah alam, harus menjadi tujuan hidup setiap orang)
  27. “Manungsa mung ngunduh wohing pakarti.” (Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)
  28. “Ora kena nglarani.” (Jangan melukai orang lain)
  29. “Siji-sijine kawicaksanan sing sejati yaiku sampeyan ngerti nek ora ngerti apa-apa.” (Satu-satunya kebijaksanaan yang sejati adalah mengetahui Anda tidak tahu apa-apa)
  30. “Cekelana impenanmu, Amarga yen impen mati, Urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur.” (Berpegang teguh pada mimpi, Karena jika mimpi mati, Hidup adalah burung bersayap yang rusak, itu tidak bisa terbang)
  31. “Sabar iku ingaran mustikaning laku.” (Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)
  32. “Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu.” (Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)
  33. “Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan.” (Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)
  34. “Narimo ing pandum.” (Menerima segala rintangan dengan ikhlas)
  35. “Urip kang utama, mateni kang sempurna.” (Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)
  36. “Aja mbedakake marang sapadha-padha.” (Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)
  37. “Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg.” (Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)
  38. “Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe.” (Orang yang punya pacar itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya)
  39. “Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe.” (Banyak cara untuk bahagia, salah satunya melepaskan orang yang menyia-nyiakan kamu)
  40. “Tresno iku ora patokan karo ganteng, ayune rupamu, akehe bondomu, lan opo penggaweanmu.” (Cinta itu tidak berpatokan pada ketampanan, cantiknya parasmu, banyaknya hartamu, dan pekerjaanmu)
  41. “Seng paling tak wedeni orep neng dunio udu kelangan koe, tapi wedi nek koe kelangan kebahagiaan ne sampean.” (Yang paling kau takutkan dalam dunia ini bukanlah kehilanganmu, tapi aku takut kamu kehilangan kebahagiaanmu)
  42. “Tresno iku kadang koyo srepeng telo, iso ajur nek oe ora ati-ati le nggowo.” (Cinta itu seperti keripik singkong, bisa hancur kalau kita tidak hati – hati membawanya)
  43. “Ojo obah yen atimu kemranyah, Aluwung meneng nganti atimu lerem.” (Jangan bergerak jika hatimu gelisah, lebih baik diam sampai hatimu tenang)
  44. “Ngentukne kui angel, mempertahankan kui luweh angel, opo meneh ngeculne koe kui adoh luweh angel.” (Ndapetin itu susah, mempertahankan itu lebih sulit, apalagi melepasmu itu jauh lebih sulit)
  45. “Cinta dudu perkoro sepiro kerepe kowe ngucapke, tapi sepiro akehe seng mbok buktike.” (Cinta bukan masalah seberapa katamu, tapi seberapa besar buktinya)
  46. “Iseh tetep bertahan karo wong seng isohe mung nglarani kowe? Kuwi jenenge sayang? Opo ora isoh golek seng luwih seko kuwi?” (Masih bertahan dengan yang bisanya menyakiti kamu? Apakah itu yang dinamakan sayang? Apa tidak bisa mencari yang lebih dari pada itu?)
  47. “Tresno iku ora patokan karo ganteng, ayune rupamu, akehe bondomu, lan opo penggaweanmu.” (Cinta itu tidak berpatokan pada ganteng, cantiknya parasmu, banyaknya hartamu, dan pekerjaanmu)
  48. “Mung sliramu tansah tak enteni nganti saiki.” (Cuma kamu yang aku tunggu sampai sekarang)
  49. “Aku ra iso adoh karo kowe, amergo aku iki abot ninggalne awakmu. Iki lo sek jenenge sayang tenanan.” (Aku tidak bisa jauh dari kamu, karena aku berat meninggalkanmu. Ini loh yang dinamakan sayang yang tulus)
  50. “Aku ra bakal mandek, ra bakal nyerah ngutarakne perasaanku karo kowe. Aku bakal embuktikne ketulusanku karo kowe.” (Aku tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah menyerah mengutarakan perasaanku sama kamu. Aku akan membuktikan ketulusanku kepadamu)
  51. “Trisno iki dudu mung nggo dolanan, kabeh mau amergo kahanan.” (Cinta ini bukan permainan, tapi karena keadaan)
  52. “Aku tanpamu bagaikan sego kucing tanpa karete. Ambyar.” (Aku tanpamu bagaikan nasi kucing tanpa karet, hancur)
  53. “Witing tresno jalaran seko sering dijak dolan rono-rono.” (Cinta tumbuh dari sering diajak jalan ke sana kemari)
  54. “Mantan karo gebetan iku bedo tipis, podo-podo susah move on.” (Mantan dan gebetan itu berdeda tipis, sama-sama susah move on)
  55. “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian.” (Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian)
  56. “Mejikom ae nek lagi ngliwet selalu terhubung karo listrik, mosok koe sing lagi pacaran lost connecting karo de’e.” (Penanak nasi saja kalau lagi masak selalu terhubung dengan listrik, masak kamu yang lagi pacaran lost connecting sama dia)
  57. “Padahal de’e mek konco, tapi angger de’e cedak karo wong liyo. Rasane cemburu.” (Padahal dia hanya berteman, tapi setiap kali dekat dengan orang lain. Rasanya cemburu)
  58. “Cincing-cincing meksa klebus.” (Tadinya ingin berhemat malah boros)
  59. “Nak kelingan sliramu, gawe aku ra tau iso turu.” (Kalau ingat tentang kamu, aku tidak bisa tidur)
  60. “Koe ra mudeng sayangku neng kowe gedene sepiro, kuwi luweh seko sayangmu neng de’e,” (Kamu tidak tahu rasa sayang aku ke kamu itu sebesar apa? Itu lebih besar dari sayangmu kepada dia)
Baca Juga:   Kata Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H / 2020 Terbaru Terlucu yang Cocok Jadi Story WA

Demikianlah artikel mengenai 60 Kata-Kata Ambyar Jawa Paling  Baru dan Terpopuler di Tahun 2020, lengkap Dengan Artinya semoga artikel ini dapat meberikan inspirasi bagi kita semua.[cp]

60 Kata-Kata Ambyar Jawa Paling Baru dan Terpopuler di Tahun 2020, lengkap Dengan Artinya
Shares

Silahkan Berdiskusi