Gejala dan Pencegahan Difteri Pada Anak

Friday, October 11th, 2019 - Umum
Advertisement

Gejala dan Pencegahan Difteri Pada Anak – Penyakit difteri pada anak sebenarnya merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pencegahan difteri pada anak melalui imunisasi juga merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diperhatikan semua orangtua. Imunisasi difteri pada anak biasanya dikombinasikan dengan beberapa imunisasi lain seperti imunisasi tetanus dan pertusis yang disebut dengan imunisasi DTP. Pemberian imunisasi DTP dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat anak berusia sebelum 1 tahun.

Pada umumnya penyebab difteri pada anak disebabkan oleh bakteri yang bernama corynebacterium diphtheriae yang mana bakteri yang ini menyebar dengan sangat cepat terutama pada seseorang yang belum mendapatkan vaksin difteri dan seseorang yang memiliki sistem imun tubuh lemah. Ada beberapa hal yang akan menyebabkan penyakit difteri pada anak ini menular: Barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri salah satu contohnya melalui mainan ataupun handuk. Sentuhan langsung terhadap luka penderita difteri.

Lapisan abu-abu tebal tersebut hanya dapat terlihat ketika mulut penderitanya dibuka lebar seraya menjulurkan lidahnya. Lapisan pseudomembran rawan berdarah apabila tersenggol atau dilepaskan.

Adapun gejala difteri lainnya meliputi:

Demam yang tidak begitu tinggi (sekitar 38°C).

Rasa tidak enak badan.

Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher.

Suara menjadi serak.

Batuk keras.

Kesulitan bernapas.

Gangguan penglihatan dan bicara.

Kulit pucat dan dingin.

Jantung berdetak cepat.

Meski begitu, ada beberapa orang yang terinfeksi bakteri penyebab kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas atau hanya menunjukkan gejala yang ringan. Mereka ini disebut dengan carrier atau pembawa difteri tak bergejala yang dapat menyebarkan infeksi ini dengan cepat melalui droplet (ingus atau ludah) ketika bersin atau batuk.

Selain memengaruhi tenggorokan, ada pula jenis difteri yang yang memengaruhi kulit. Gejalanya ditandai dengan rasa sakit yang khas, kemerahan dan pembengkakan pada area kulit yang terkena. Lapisan abu-abu tebal ditenggorokan juga dapat terjadi pada difteri jenis ini.

Bagaimana Cara Penyebaran Difteri?

Bakteri Corynebacterium diphtheriae dapat disebarkan melalui beberapa cara, yaitu:

Melalui udara. Seseorang yang terinfeksi difteri dapat menyebarkan penyakit ini melalui bersin atau batuk.

Melalui barang pribadi. Difteri juga dapat disebarkan melalui barang-barang pribadi seperti gelas, piring, handuk, mainan anak dan perabotan rumah tangga lain yang kerap digunakan secara bersamaan.

Melalui luka. Bakteri penyebab difteri juga dapat menular ketika seseorang yang sehat menyentuh luka pada orang yang terinfeksi baik sengaja atau pun tidak.

Penyakit difteri disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae dan biasanya menyerang selaput lendir yang terdapat di dalam hidung dan tenggorokan. Jika anak terkena bakteri difteri, ciri-ciri yang mudah dikenali adalah sakit tenggorokan, demam, dan lemas.

Ciri difteri yang paling khas adalah munculnya pseudomembran atau selaput berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan yang mudah berdarah. Hal itu yang menyebabkan rasa sakit saat menelan, kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening dan pembengkakan jaringan lunak di leher yang disebut bullneck.

Sumbatan ini bisa menghalangi jalan napas, menyebabkan anak atau penderita harus berjuang untuk bisa bernapas. Lebih bahaya lagi, difteri dapat merusak jantung, ginjal, dan sistem saraf, bahkan difteri bisa mematikan. Difteri banyak menyerang mereka yang tidak pernah mendapatkan imunisasi. Karena itu, imunisasi difteri penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. “Imunisasi difteri penting untuk mencegah, lebih baik mencegah, toh, daripada mengobati,” kata Ruskan. Namun, perlu diperhatikan juga syarat-syarat yang harus dipenuhi saat melakukan imunisasi difteri. Anak yang akan diimunisasi misalnya harus dalam keadaan sehat. Jika anak tersebut sedang mengalami demam, anak boleh dilakukan imunisasi, tetapi dengan catatan suhu tubuhnya tidak lebih dari 37 derajat.

Advertisement
Gejala dan Pencegahan Difteri Pada Anak | admin | 4.5
Leave a Reply