Deposito Masih Alternatif Terbaik Menyimpan Dana

Wednesday, February 5th, 2020 - Umum
Advertisement

Deposito Masih Alternatif Terbaik Menyimpan Dana – Deposito memang menjadi salah satu pilihan terbaik untuk memulai kebiasaan berinvestasi. Memiliki rekening deposito hampir mirip dengan memiliki rekening tabungan. Hanya saja penyetoran maupun penarikan tunai yang bisa dilakukan terbatas. Kamu hanya bisa melakukan penyetoran Deposito di awal ketika membuka rekening tersebut. Besarannya sendiri bebas sesuai dengan kemampuanmu namun biasanya bank menetapkan minimal jumlah setoran perdana. Kemudian, kamu baru bisa menarik dana deposito miliknya ketika di tanggal jatuh tempo. Sederhananya kamu menyimpan uangmu di bank dan tidak bisa mencairkannya sampai waktu yang ditentukan. Namun kamu akan menerima keuntungan dari suku bunga yang ditetapkan. Anda Bisa Cek Kode MayBank Untuk info lebih detail.

Imbal hasilnya dihitung dari jumlah pokok deposito sesuai dengan jangka waktu menyimpan dana tersebut. Instrumen keuangan ini juga tak hanya tersedia dalam rupiah namun juga dalam mata uang asing. Untuk jenis ini biasa disebut dengan deposito valas alias valuta asing. Umumnya perbankan pasti menyediakan deposito berupa dollar Amerika (USD), poundsterling (GBP) dan Euro (EUR). Namun bank besar seperti BRI biasanya menyediakan pilihan valas yang lebih beragam misalnya yen (JPY), dollar australia (AUD), dollar Hongkong (HKD), yen (CNY), riyal (SAR), dan dollar Singapora (SGD).

Biasanya orang memilih instrumen investasi deposito karena memiliki dana menganggur dan tidak ingin mengambil resiko namun tetap ingin mendapatkan keuntungan. Dibandingkan untuk modal usaha atau berinvestasi saham yang risikonya lebih tinggi maka deposito adalah pilihak yang bijak.  Bunga Deposito adalah nilai yang harus diberikan oleh pihak bank kepada nasabah sebagai imbalan atas simpanan nasabah saat ini yang akan dikembalikan bank pada kemudian hari. Sama halnya dengan suku bunga simpanan yang lain, tingkat suku bunga ditentukan oleh beberapa faktor yang saling terkait satu sama lain bahkan antara simpanan dan pinjaman yang dikelola oleh bank  ikut  menjadi salah satu faktor penentu suku bunga yang diberlakukan oleh perbankan.

Dengan mendepositkan atau menyimpan uang di bank dalam jangka waktu tertentu, seseorang dapat menerima sejumlah imbalan yang besarnya sesuai dengan tingkat suku bunga yang telah ditetapkan dari jumlah pokok simpanan, yang disebut juga dengan bunga deposito. Tingkat suku bunga deposito 3% sampai 7% bahkan ada bank yang menawarkan tingkat suku bunga hingga lebih dari 9%. Dengan tingkat suku bunga sebesar ini kita dapat menjaga nilai uang yang dimiliki dari inflasi. Meskipun deposito tidak bisa dicairkan kapan saja, akan tetapi ada beberapa bank yang memberikan kemudahan bagi nasabahnya untuk mengambil bunga deposito bank. Pastinya, sesuai dengan interval waktu yang ditentukan sehingga nasabah dapat menjadikannya sebagai pendapatan rutin layaknya gaji. Jenis deposito yang paling sering diterapkan dalam perbankan di Indonesia adalah time deposit. Dalam bahasa Indonesia, time deposit adalah deposito berjangka yang juga memiliki berbagai macam bentuk. Bank memiliki kewajiban untuk membayar sejumlah bunga yang ditetapkan kepada nasabah dalam jangka waktu tertentu yang dipilih oleh nasabah dan dana tersebut bisa dicairkan pada jangka waktu tertentu pula.

Dalam deposito berjangka, disediakan tiga bentuk yang memiliki kebijakan sekaligus sistematis yang berbeda dari deposito berjenis rekening koran, yaitu :

  1. Deposito Tabungan dan Buku Kas atau Pas Book. Jenis deposito ini lebih dikenal diantara jenis lainnya ataupun simpanan rekening yang lebih bervariasi. Untuk jenis tabungan dan buku kas, tidak ada sama sekali jatuh tempo atau waktu khusus yang ditetapkan. Dalam prakteknya, dana nasabah yang didepositokan ke dalam rekening akan ditambahkan serta ditarik kembali di waktu yang sesuai bagi nasabah yang memiliki depositonya. Hanya saja, tingkat bunga yang dibayarkan lebih rendah dibandingkan deposito berjangka lainnya.
  2. Sertifikat Deposito Berjangka. Sertifikat ini adalah bukti jika seseorang atau perusahaan yang memiliki landasan hukum sudah mendepositokan dana dengan nilai tertentu paa sebuah bank yang dipilih. Dana yang telah disetorkan tidak bisa ditarik kembali oleh nasabah pemiliknya dalam jangka waktu minimal 30 hari atau lebih sekaligus sertifikat yang dijual dalam bentuk denominasi bersifat tetap. Ada pula pihak lain yang menyebutkan jika sertifikat deposito ini merupakan simpanan berjangka. Hal ini pastinya dengan ijin dari otoritas moneter yang dikeluarkan oleh pihak bank sebagai tanda bukti simpanan yang bisa diperjualbelikan bahkan dipindahtangankan pada pihak ketiga. Bunga bisa dibayar di muka dan dipotong dari jumlah nominal ketika sertifikat dari deposito telah dibeli.[]
Advertisement
Deposito Masih Alternatif Terbaik Menyimpan Dana | admin | 4.5
Leave a Reply