Tata Cara Pengurusan Jenazah

Saturday, January 9th, 2016 - Umum
Advertisement

Tata Cara Pengurusan Jenazah – Setelah memahami perkara pengurusan jenazah ini sebaiknya kamu lebih sigap  untuk mempraktikkannya pada setiap kesempatan yang ada. Baik kesempatan yang ada di lingkungan rumah ataupun sekolah, tatkala ada (berita) kematian.  Praktik ini amat perlu sekali, agar kamu benar-benar terampil dan bermanfaat ilmunya. Boleh jadi, suatu saat tidak ada orang yang bisa menangani pengurusan jenazah, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali kamu yang bisa dan memahami urusan jenazah untuk diselenggarakannya.

tata cara pengurusan jenazah

Bagaimana cara mempraktikkannya?

Bila ada berita kematian, maka datangilah untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Pada tahap awal, pergunakan kesempatan tersebut untuk menyaksikan dan ikut membantu pengurusan jenazah. Misalnya, bagaimana memberi perlakuan terhadap jenazah yang baru meninggal dunia. Dari perlakuan menutup mata jenazah , memandikan, mengkafani, menyalati, dan menguburkannya.

Akan tetapi, pada kesempatan itu kamu juga sudah bisa mempraktikkan materi takziyah kepada keluarga jenazah, apalagi bila temanmu sendiri yang sedang mendapat musibah (kematian) tersebut. Praktikkan pula doa-doa yang pernah diajarkan Nabi Saw untuk jenazah dan keluarga yang ditinggalkannya.

Pada tahap-tahap kesempatan berikutnya, setelah pengalaman beberapa kali ikut mengurusi jenazah, maka kamu bisa lebih aktif menyelenggarakan pengurusan jenazah. Dari tahap awal hingga akhir. Pengalaman-pengalaman ini akan terus berkembang dan akhirnya menjadi suatu keterampilan tersendiri yang kamu kuasai. Bukan sekadar dipahami saja. Tetapi dapat mempraktikkannya.

Namun demikian, ada baiknya bila sebelumnya juga diadakan semacam simulasi pengurusan jenazah. Agar pelajaran pengurusan jenazah ini dapat dipahami dengan sebaik-baiknya, dan kelak tidak canggung lagi untuk ikut dalam pengurusan jenazah di lingkungan masyarakat.

Pada simulai peragaan pengurusan jenazah  bisa menggunakan jenazah tiruan, berupa boneka, guling, teman, atau gabungan di antara ketiganya. Pada saat peragaanmemandikan jenazah sebaiknya pelajar putri terpisah dari pelajar putra agar diskusi dan pembahasannya bisa detil dan mendalam. Tanpa merasa risih, malu dan terkesan kurang etis, untuk dihadiri dan dibahas bersama-sama (pelajar putra dan putri). Dengan demikian, pada simulasi ini kamu dapat memperagakan dan mendiskusikan hal-hal penting dalam pengurusan jenazah. Seperti:

  1. Memperagakan tata cara memandikan jenazah (dengan atau tanpa air). Menggunakan jenazah tiruan, berupa boneka atau guling.
  2. Memperagakan tata cara mengkafani jenazah. Menggunakan kain kafan sungguhan atau kain lainnya yang tersedia. Jenazah tiruan yang digunakan bisa berupa boneka, guling atau temanmu.
  3. Memperagakan tata cara salat jenazah. Silakan bergantian dengan teman-temanmu untuk menjadi imam dan makmum.
  4. Memperagakan tata cara penguburan jenazah, jika ada sarana peragaan yang bisa digunakan dan memadai.

Perlakuan ketika seorang Muslim meninggal dunia adalah sebagai berikut:

  1. Mengatupkan kedua mata jenazah dan menyedekapkan tangannya di atas dada.
  2. Menutup tubuh jenazah dengan kain, atau sesuatu yang bisa menutupi tubuh jenazah.
  3. Menunaikan kewajiban-kewajiban jenazah yang belum sempat ditunaikan, seperti melunasi hutang, melaksanakan wasiat, serta mengqada’ nazar dari jenazah, dan lain sebagainya.
  4. Segera membuat persiapan untuk proses penyelenggaraan jenazah; mulai dari penyiapan alat-alat yang dibutuhkan untuk memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan jenazah.

Kewajiban seorang Muslim terhadap orang yang telah meninggal dunia adalah:

  1. Memandikan jenazah
  2. Mengkafani jenazah
  3. Menyolatkan jenazah
  4. Menguburkan jenazah

Seorang Muslim wajib menyelenggarakan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.  Ia dilarang mengadakan bid’ah-bid’ah dalam penyelenggaraan jenazah. Adapun bagaimana tata cara menyelenggarakan jenazah sudah dijelaskan secara panjang lebar pada bab ini. Mendoakan jenazah dengan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, sahabat, dan generasi salafush shalih.[cp]

Tags:

ceramah tentang jenazah, tata cara pengurusan jenazah dari awal sampai akhir, ceramah pengurusan jenazah, tata cara pengurusan jenazah, pengurusan jenazah yang syari, peragaan mengurus jenazah, pidato tata cara merawat jenazah, Pidato tentang merawat jenazah, tahap mengurus jenazah, tahap tahap pengurusan jenazah
Advertisement
Tata Cara Pengurusan Jenazah | admin | 4.5
Leave a Reply