Bulan Sya’ban 2016

Sunday, May 22nd, 2016 - Umum
Advertisement

Bulan Sya’ban 2016 – Sahabat Cerpi pada kasempatan kali ini Ceramah Pidato akan bernagi artikel mengenai bulan Sya’ban bulan ke delapan dlaam penanggalan Islam atau Hijriah. Sya’ban (Bahasa Arab: شعبان, transliterasi: Sya’ban), adalah bulan kedelapan dalam penanggalan hijriyah. Nama Sya’ban berarti ‘pemisahan’, disebut demikian karena orang-orang Arab pagan berpencar dan berpisah pada bulan ini untuk mencari air. Bulan Sya’ban Tahun 2016 ini Dimulai pada tanggal 8 Mei 2016 dan berakhir pada tanggal 5 Juni 2016. Bulan Sya’ban Didahului oleh bulan Ramadhan dan Mendahului Bulan Rajab.

syaban

Telah menjadi suatu tradisi ketika memasuki bulan Sya’ban, masyarakat muslim di Indonesia mempersiapkan diri dalam upaya peningkatan amal ibadahnya, seolah-olah bulan Sya’ban menjadi fase pemanasan beribadah untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Mulai dari rutinitas puasa sunat semenjak awal Sya’ban hingga pelaksanaan shalat tasbih  dan yasinan pada malam pertengahan bulan (nishfu Sya’ban). Karena itu, pemahaman kembali pada tradisi yang tidak terlepas dari anjuran agama ini merupakan suatu keniscayaan. Dan, tentu saja menyikapinya pun harus secara arif dan bijaksana.

Bulan Sya’ban mengandung nilai keagungan yang tinggi dalam sistem penanggalan tahun Islam, baik dalam perputaran sejarah maupun esensi nilai ibadah yang terkandung di dalamnya.

Salah satu keistimewaan bulan Sya’ban adalah adanya malam nishfu Sya’ban yang merupakan malam termulia setelah malam Lailatul-Qadar. Sebagian ulama mengatakan bahwa kemulian bulan Rajab terletak pada 10 awalnya, bulan Sya’ban terletak pada 10 yang kedua dan bulan Ramadhan terletak pada 10 yang terakhir. Kelompok yang pertama sekali membesarkan malam nishfu Sya’ban dengan rutinitas ibadah yang lebih banyak dibandingkan dengan malam-malam sebelumnya  adalah para tabi’in dari negeri Syam seperti Imam Khalid bin Ma`dan, Imam Makhul, Imam Luqman bin ‘Amir dan lainnya. Sebagian dari mereka menghidupkan malam nishfu Sya’ban dengan berjamaah di mesjid dengan memakai pakaian yang bagus. Ketika hal ini menyebar, para ulama berbeda pendapat dalam menanggapinya. Sebagian ulama menerimanya seperti ulama negeri Bashrah dan lainnya, sedangkan sebagian ulama Mekkah seperti Imam ‘Atha` dan Imam Ibnu Abi Malikah serta fuqaha Madinah mengingkarinya. Imam Ishaq Rahawaih berpendapat bahwa hal tersebut bukanlah bid’ah sedangkan Imam Auza’i menganggap makruh menghidupkannya secara berjamaah tetapi tidak makruh secara sendiri.

Malam nishfu sya’ban dapat dikategorikan sebagai salah satu malam yang baik untuk beribadat dan berdoa dikarenakan keumuman dalil dimana setiap malam ada satu saat yang mustajabah doa.

Keistimewaan Bulan sya’ban

  • Menurut Imam Nawawi, pada hari nisfu Sya’ban (hari ke lima belas) tahun kedua Hijriyah, telah berlaku pertukaran kiblat umat Islam yaitu dari Masjid Al-Aqsa ke Kab’bah di Masjid Al-Haram.
  • Telah terjadi peperangan Bani Mustalik pada tahun kelima Hijrah. Kemenangan berpihak kepada Islam dan terjadinya perang Badar yang terakhir pada tahun keempat Hijrah.
  • Bulan Sya’ban merupakan bulan dimana amal-amal kita diangkat untuk dihadapkan kepada Tuhan. Hal ini berdasarkan hadits riwayat An Nasai dan Abu Dawud dan ditashih oleh Ibnu Huzaimah dari Usamah bin Zaid, katanya, “Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku tidak melihat tuan berpuasa dari satu bulan dari beberapa bulan seperti puasa tuan di Bulan Sya’ban.”
  • Bulan Membaca Al-Qur’an. Diriwayarkan dari Anas ra, berkata, “Adalah orang-orang muslim apabila masuk bulan Sya’ban, mereka membuka mushaf-mushaf Al Qur’an dan membacanya, mengeluarkan zakat dari harta mereka untuk memberi kekuatan kepada orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin untuk melakukan puasa Ramadan.”
  • Bulannya Rasulullah SAW. Hal ini berdasarkan sabda baliau yang berbunyi, “Bulan Rajab itu adalah bulan Allah, bulan Sya’ban adalah bulanku dan bulan Ramadan adalah bulannya umatku.”
  • Pada setiap malam nisfu Sya’ban, Rasulullah SAW selalu mendoakan umatnya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
  • Bulan turunnya Allah SWT ke muka bumi. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika terjadi malam nisfu Sya’ban, maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya, dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut ke langit dunia mulai dari terbenam matahari dan berfirman: “Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya? Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki? Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya? Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian, sehingga terbit fajar.”

Nah Demikianlah artikel mengenai Bulan Sya’ban, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[cp]

Tags:

pidato tentang bulan tawadu
Advertisement
Bulan Sya’ban 2016 | admin | 4.5
Leave a Reply