Perlakuan Terhadap Orang yang Baru Meninggal Dunia

Saturday, January 9th, 2016 - Umum
Advertisement

Perlakuan Terhadap Orang yang Baru Meninggal Dunia – Bila  tanda-tanda kematian telah tampak pada diri seseorang, maka berlakulah kepadanya hukum-hukum tentang kematian.  Kewajiban seorang muslim terhadap orang yang telah meninggal adalah sebagai berikut:

tata cara pengurusan jenazah

  1. Menutup Matanya dan Mendoakannya. Jika seseorang telah meninggal dunia, maka matanya dipejamkan, dan mulutnya dikatupkan dengan mengusapkan tangan kanan ke atas kedua mata dan mulutnya, kemudian mendoakannya. Ketentuan ini didasarkan pada perilaku Rasulullah Saw, tatkala mendapati jenazahnya Abu Salamah. Dalam sebuah riwayat dituturkan bahwa, Rasulullah Saw masuk ke rumah Abu Salamah yang waktu itu masih terbuka matanya. Rasulullah Saw segera memejamkan mata Abu Salamah, seraya bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya bila nyawa itu telah dicabut, maka akan diikuti oleh matanya.” Mendengar sabda Rasulullah Saw tersebut, keluarganya menangis dengan keras sekali.   Rasulullah Saw pun berkata, “Janganlah kamu sekalian berdoa untuk dirimu sendiri kecuali dengan yang baik-baik, sebab sesungguhnya malaikat itu mengaminkan apa yang kalian ucapkan.” Beliau lantas berdoa, “Allahummagfir li Abi As-Salamah, wa irfa’ darajatuhu fi mahdiy n wa ukhlufhu f ‘aqibihi f  algabir n, wa igfirlan  wa lahu ya Rabb al-‘alam n, wa ifsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu f hi” (Ya Allah, ampunilah dosa Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya dalam golongan yang mendapat petunjuk, berilah keturunan yang baik di belakang hari, ampunilah dosa kami, dan dosanya, Ya Rabb Semesta Alam, lapangkanlah kuburnya dan terangilah ia di dalam kuburnya)”  [HR Muslim dari Umu Salamah]
  2. Menutup Mayat dengan Kain hingga Menyelimuti Seluruh Tubuhnya. Jika seseorang telah benar-benar meninggal, maka jenazahnya harus ditutup dengan kain hingga menyelimuti seluruh tubuhnya. Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Ra. Beliau berkata, “Ketika wafat, jenazah Rasulullah Saw ditutup dengan kain selimut berwarna hitam.”[HR AsySyaikh n, Al-Baihaqi, dan lain-lain]Adapun orang yang meninggal dunia dalam keadaan ihram, maka muka dan kepalanya tidak usah ditutup. Ketentuan semacam ini didasarkan pada hadis dari Ibnu ‘Abbas, dimana ia berkata, “Ketika seorang pria berhenti di Arafah, tiba-tiba ia terlempar dari tunggangannya hingga meninggal dunia.” Rasulullah Saw bersabda, “Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, lalu kafanilah dengan dua pakaian (dalam riwayat lain dinyatakan dengan dua pakaiannya), jangan dimumi (dalam riwayat lain disebutkan, jangan diberi wangi-wangian), dan jangan ditutup kepala dan mukanya.  Sebab, ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan membaca talbiyah.” [HR Asy-Syaikh n, Abu Naim, dan Al-Baihaqi]
  3. Menyegerakan Penyelenggaraan Jenazahnya. Lebih utama jika penyelenggaraan jenazah dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda-tunda. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, “Segerakanlah penyelenggaraan jenazah! Apabila ia seorang yang salih maka kamu telah menyegerakannya menuju kebaikan, apabila ia seorang yang jahat maka kamu mengusung sesuatu yang paling buruk di pundakmu.” [HR Bukhari & Muslim]. Mayat hendaknya segera dimandikan, kemudian ditutup dengan kain kafan. Orang-orang yang memandikan mayat hendaknya dipilih dari keluarga dan kerabat sendiri. Selain lebih utama, hal ini untuk menjaga dari orang-orang yang tidak amanah dan suka menceritakan aib atau cacat yang dilihatnya pada diri mayat saat memandikannya.
  4. Menyembunyikan Rahasia Mayat. Seseorang dilarang menceritakan cacat atau rahasia mayat yang dilihatnya, saat ia memandikan mayat. Lebih utama jika ia merahasiakannya dan tidak menceritakan rahasia mayat tersebut kepada orang lain. Selain untuk menjaga kesucian dan kehormatan mayat, hal ini juga untuk menjaga kehormatan keluarga mayat.  Jika seseorang menceritakan rahasia mayat kepada orang lain, dan keluarga mayat mengetahuinya, tentunya mereka akan tersinggung dan sakit hati.   Untuk itu, Rasulullah saw memerintahkan siapa saja yang memandikan mayat untuk merahasiakan apa yang dilihatnya dari mayat. Dari Abu Rafi’ Aslam, pelayan Rasulullah Saw dikisahkan, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, yang artinya: “Barangsiapa memandikan mayat, kemudian ia menyembunyikan rahasianya, kelak Allah mengampuni dosanya sebanyak empat puluh kali.” [HR Al-Hakim].
  5. Menyegerakan Pelunasan Hutang-hutangnya. Keluarga dan ahli waris mayit, harus segera melunasi hutang-hutang si mayit, walaupun itu akan menghabiskan harta warisnya. Jika orang tersebut tidak memiliki harta hendaknya, penguasa membayar lunas hutang-hutang si mayit. Abu Hurairah Ra berkata, yang artinya: “Jiwa seorang Mukmin tergadai dengan hutang-hutangnya, tidak akan bebas hingga dilunasinya.” [HR Tirmizi]
  6. Mengqa a Na ar Jenazah Oleh Walinya. Wali wajib mengqadla nazar jenazah. Jika orang yang meninggal bernazar, kemudian ia keburu meninggal dunia sebelum sempat mengerjakan nazarnya, maka wali jenazah berkewajiban menunaikan nazarnya. Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda, yang artinya: “Barangsiapa mati, sementara itu ia harus berpuasa, maka walinyalah yang berpuasa untuknya.” [HR Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah Ra]. Dari Ibnu ‘Abbas dituturkan, bahwasanya ia berkata, “Ada seorang perempuan berlayar mengarungi lautan, dan bernazar, Jika Allah Swt menyelamatkannya, maka ia akan berpuasa sebulan lamanya. Allah Swt menyelamatkannya, akan tetapi, belum sempat ia mengerjakan puasa itu, perempuan itu meninggal dunia. Lalu, datanglah keluarganya (entah saudarinya atau putrinya) kepada Nabi Saw, dan menuturkan kejadian itu kepada beliau Saw.   Nabi bertanya, “Bagaimana pendapatmu, jika wanita itu memiliki hutang, kemudian anda yang melunasi hutangnya?  Wanita itu menjawab,”Ya (saya akan membayarnya).”   Beliau bersabda lagi, “Tentunya, hutang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi.  Maka lunasilah nadzar ibumu.” [HR Abu Dawud, An-Nasa’i][cp]

Tags:

apa yg hemdakmya dilakukan terhadap orang yg baru meninggal, rahasia orang yg baru meninggal, qultum kewajiban terhadap orang yg meninggal dunia, perlakuan terhadap seorang muslim meninggal dunia sebelum dilakukan perawatan jenazah, perihal orang yg baru meninggal, orang yang baru meninggal, kewajiban yg harus dilakukan bagi jenazah yg baru meninggal, kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya yang telah meninggal dunia sebanyak, hukum tausiah pada orang meninggal, hal-hal yang perlu dilakukan terhadap orang yang baru meninggal
Advertisement
Perlakuan Terhadap Orang yang Baru Meninggal Dunia | admin | 4.5
Leave a Reply