Cara Menguburkan Jenazah

Saturday, January 9th, 2016 - Umum
Advertisement

Cara Menguburkan Jenazah – Setelah jenazah disalatkan, kewajiban berikutnya adalah menguburkan mayat di pemakaman.  Dalam menguburkan jenazah, harus diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Pembuatan lubang kubur hendaknya memperhatikan kedalamannya. Kedalaman lubang harus bisa mencegah keluarnya bau busuk jenazah dan tidak bisa digali atau dirusak oleh binatang-binatang buas. Selain itu, lubang yang dibuat hendaknya bisa memudahkan orang yang hendak menguburkan jenazah.
  2. Setalah lubang dibuat, harus dibuat liang lahat yang pembuatannya bisa dibuat di tengah-tengah lubang, pinggir lubang, atau sisi samping. Lihat gambar berikut ini. Kotak berwarna biru adalah posisi liang lahat. Liang lahat adalah liang yang digunakan untuk memasukkan jenazah.  Setelah jenazah masuk, liang lahat ditutup dengan kayu atau bambu.  Setelah itu, lubang ditutup dengan tanah.
  3. Setelah pembuatan lubang dan liang lahat selesai, mayat dimasukkan secara pelan-pelan di dalam lubang, lalu dimasukkan ke dalam liang lahat. Jenazah harus dibaringkan di atas lambung sebelah kanan, dan menghadap ke arah kiblat. Muka dan ujung kaki jenazah harus menyentuh tanah.   Untuk itu, tali yang mengikat tubuh jenazah dilepaskan satu persatu.  Untuk bagian muka dan ujung kaki, kain kafan harus dibuka agar muka dan ujung kaki bisa menyentuh tanah.
  4. Setelah jenazah masuk ke dalam liang lahat, liang lahat ditutup dengan kayu atau bambu. Hendaknya, papan atau kayu yang digunakan untuk menutup liang lihat cukup kuat dan rapat. Setelah itu, lubang ditimbun dengan tanah, lalu dipadatkan agar tidak mudah diganggu oleh binatang buas, atau orang-orang jahat.
  5. Jenazah tidak boleh dikubur pada saat malam hari, kecuali dalam keadaan darurat. Ketentuan ini didasarkan pada sebuah hadi : لا تَ دفَنوِْا مُوتَ اْكَم بُالْلِي لَّْ إلاِِِ َّ أنَْ تضُْ طَرُّوا “Janganlah kalian mengubur jenazah-jenazah kalian pada waktu malam hari, kecuali terpaksa”. [HR Imam Ibnu Majah]
  6. Kuburan hendaknya ditinggikan sedikit dari permukaan tanah, dan tidak perlu dibangun bangunan di atasnya. Sebab, Nabi melarang kaum Muslim mendirikan bangunan di atas kuburan. Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat dari Jabir Ra, bahwasanya ia berkata: َــ رَسُــولُ اﷲَِّ صَــ َّ اﷲَّ عَُلَيْــهِ وَسَــلّمَ أنَْ يجَُصَّــصَالـَْــقَبْرُ وَأنَْ يقُْعَـــدَ عَليْـــهِ وَأنَْ يبُْنـَــى عَلَيْـــهِ “Rasulullah SAW melarang menembok kuburan, duduk di atas kuburan, dan membangun bangunan di atasnya”.[HR Imam Muslim]
  7. Tidak diperbolehkan mengubur dua jenazah atau lebih dalam satu kuburan, kecuali dalam keadaan darurat, seperti korban perang, atau orang-orang yang mati syahid. Imam Bukhari menuturkan sebuah riwayat dari Jabir bin ‘Abdullah bahwasanya ia berkata:

كَــانَ النبَِّــيُّ صَ ـ َّ اﷲَّ عَُلَيْ ـهِ وَسَ ـلّمَ يَجْمَــعُ بَــيْنَ

ال ـرَّجُلَيْنِ مِ ـنْ قَتْ ـ َ أحُ ـدٍ فِي ثَ ـوْبٍ وََاحِ ـدٍ  يَق ـولُأ مْ أكَْثرَ أخَْذًا للِْقُرْآنِ فُـَإِذَا أشُِ يرَ  إِ أحََ دِهَُِّمَاُ ََّقَدَّمَ هُفِي اللّحَْـدِ وَُقَـالَ أنََـا شَـهِيدٌ عَـ َ هَـؤُلَاُءُِ يَـوْمَ القِيَامَ ةِ وَأمََ َر

بِــدَف       مْ فِي دِمَــاِ وَلـَـمْ يغَُسَّــلوُا وَلـَـمْ يصَُــلَّ عَل            ــمْ

tata cara pengurusan jenazah

Nabi SAW pernah mengumpulkan dua orang shahabat yang terbunuh dalam perang Uhud dalam satu kain.  Lalu beliau bertanya, “Siapakah di antara mereka yang paling banyak hafal Al-Qur’an”.  Ketika beliau Saw diberi isyarat kepada salah satu jenazah itu, maka beliau mendahulukan jenazah tersebut masuk dalam liang lahat.  Lalu beliau bersabda, “Aku menjadi saksi bagi mereka kelak di hari kiamat.  Lalu Nabi Saw memerintahkan mengubur mereka beserta darah-darah mereka, dan mereka tidak dimandikan dan disalatkan”. [HR. Imam Bukhari]

  1. Jenazah hendaknya dikuburkan di daerahnya, dan jangan dipindahkan ke daerah yang lain. Selain akan memperlambat dikuburkannya jenazah, sebagaimana riwayat Abu Hurairah, menurut sebagian Ulama –Imam Nawawiy— pemindahan kubur jenazah adalah perbuatan haram menurut pendapat terpilih dan terkuat. Dalam dipindahkan ke daerah lain, janganlah dilaksanakan wasiatnya.   Sebab, pemindahan itu haram menurut madzhab yang sahih dan terpilih, dan dikatakan oleh mayoritas ulama dan ditegaskan oleh para pentahqiq.”
  2. Ketika penguburan mayat sudah selesai, disunnahkan bagi pengiring jenazah untuk berdiri sebentar mendoakan jenazah. Ketentuan seperti ini didasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari ‘U man bin ‘Affan Ra, bahwasanya ia berkata:

كَ انَ النبَِّ يُّ صَـ َّ اﷲَّ عَُلَيْ هِ وَسَـلّمَ إِذَا فَ رغَ مِـنْ دَفـنِالْمَيِّ تِ وَقَـفَ عَلَيْـهِ فقََـالَ اسْـتَغْفَِروا لِأََخِي ُ ـمْوَسَ ـــلوُا َ ُ بِالتّثَبِْي ـــتِ فإَِنَِّ ـــهُ الْآنَُ سُْ ـــألَُ

“Nabi SAW jika selesai menguburkan jenazah, beliau berdiri sejenak di dekat kuburan, dan bersabda, “Mohonkanlah ampunan dari Allah untuk saudaramu ini, dan mintakanlah kelapangan untuk dirinya di alam kubur, karena sesungguhnya saat ini ia tengah di tanya”. [HR Imam Abu Dawud].

Tags:

pidato setelah pemakaman jenazah, pidato saat sesudah menguburkan jenazah, 7 langkah setelah memakamkan, pidato tentang mengubur jenazah, mengapa dalam mengubur jenazah harus dibuat liang lahat, kenapa muka mayat harus menyentuh ke tanah, kayu papan untuk jenazah, isi ceramah sbelum menguburkan manyat, gambr nguburkn jenajah, gambar saat menguburkan jenazah
Advertisement
Cara Menguburkan Jenazah | admin | 4.5
Leave a Reply