Cara Memandikan Jenazah

Saturday, January 9th, 2016 - Umum
Advertisement

Cara Memandikan Jenazah – Syarat-syarat Jenazah yang akan Dimandikan Jenazah yang hendak dimandikan harus memenuhi syaratsyarat berikut ini: Jenazah tersebut meninggal dalam keadaan Muslim. Jika seseorang meninggal dalam keadaan murtad dari Islam, maka tidak berlaku bagi mereka ketentuan penyelenggaraan jenazah menurut syariat Islam. Ada tubuhnya, meskipun potongan daging.  Jika jasadnya hilang atau lenyap tak tersisa, tidak ada kewajiban untuk memandikannya. Meninggal bukan karena perang di jalan Allah (mati syahid).  Orang yang mati karena perang di jalan Allah, tidak boleh dimandikan, akan tetapi langsung dikuburkan bersama dengan bajunya.

tata cara pengurusan jenazah

Alat-alat yang Harus Disiapkan

  • Meja besar untuk meletakkan jenazah
  • Bak atau ember besar untuk menampung air
  • Sabun dan kapur barus
  •   Selang air, gayung, sikat halus, kain penyeka, dan spons
  • Kain tirai untuk menutupi jenazah dan tempat pemandian mayat agar tidak dilihat orang banyak.

Tata Cara Memandikan Jenazah

  • Membersihkan semua najis yang ada di badannya.  Jika memungkinkan, kotoran yang ada di dalam perut dikeluarkan dengan cara menekan perut jenazah, atau mengambilnya melalui dubur.
  • Setelah najis yang ada di badan dibersihkan, meratakan (mengguyurkan) air ke seluruh tubuh jenazah sebanyak tiga kali.  Jika dirasa masih kurang, boleh diguyur lebih dari tiga kali.
  • Pada guyuran (siraman) yang pertama, jenazah dibersihkan dengan sabun hingga merata seluruh tubuhnya.
  • Pada guyuran kedua, jenazah diguyur dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa busa sabun yang masih melekat di badan.
  • Setelah tidak ada sabun yang tersisa, pada guyuran ketiga, jenazah diguyur dengan air yang telah dicampur dengan kapur barus.
  • Ketika memandikan jenazah, yang didahulukan adalah anggota-anggota wudlu’ terlebih dahulu, yakni, muka, tangan, kepala, dan kaki.  Setelah anggota wudlu’ dibersihkan, barulah kemudian membersihkan seluruh anggota tubuh.  Bagian belakang tubuh jenazah, seperti punggung dan pantat, dibersihkan dengan cara memiringkan tubuh mayat ke kiri dan ke kanan, lalu dibersihkan.
  • Dalam memandikan jenazah, disunnahkan mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan.

Ketentuan Umum Bagi Orang yang Memandikan Jenazah

  • Laki-laki memandikan jenazah laki-laki, dan perempuan memandikan jenazah perempuan.  Seorang wanita boleh dimandikan oleh mahramnya yang laki-laki.  Ketentuan ini didasarkan pada sabda Nabi Saw, “Jika kamu (‘Aisyah Ra) meninggal lebih dahulu sebelum saya, saya akan memandikanmu”. [HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah].
  • Orang yang memandikan jenazah hendaknya dipilih dari kalangan keluarga terdekat yang bisa dipercaya dan fakih dalam urusan agama.
  • Suami diperbolehkan memandikan jenazah isterinya, begitu juga sebaliknya, seorang isteri boleh memandikan jenazah suaminya.  Ketentuan ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Daruqutni dari Asma’ binti Umaisy Ra, bahwasanya Fatimah Ra berwasiat supaya Ali Ra memandikannya apabila meninggal dunia”. [HR Imam Daruqutni].
  • Orang yang memandikan jenazah dilarang menceritakan aib atau cacat tubuh dari jenazah.  Larangan ini didasarkan pada sabda Nabi Saw, “Barangsiapa memandikan jenazah dan dijaganya kepercayaan dan tidak membuka rahasia sesuatu yang cacat pada jenazah kepada orang lain, maka keluarlah dia dari segala dosa sebagaimana keadaannya sewaktu baru dilahirkan dari ibunya”.  Nabi bersabda kembali, “Hendaklah yang mengaturnya adalah keluarga sendiri yang terdekat jika mereka bisa memandikan jenazah.  Jika tidak bisa, maka, hendaknya dimandikan oleh orang yang hati-hati (wara’) dan amanah”. [HR Imam Ahmad][cp]

 

Tags:

Dalam Memandikan jenazah mendahulukan anggota2, kultum tata cara memandikan mayit muhammadiah, kultum tentang jenazah, sebutkan anggota badan yang didahulukan dalam memandikan jenazah
Advertisement
Cara Memandikan Jenazah | admin | 4.5
Leave a Reply