Khutbah Jumat: Bahayanya Paham Sekulerisme

Wednesday, January 6th, 2016 - Khutbah
Advertisement

Khutbah Jumat: Bahayanya Paham Sekulerisme

  • Khutbah Jumat Ini sangat cocok dibawakan pada bulan Dzulkaidah
  • Oleh: Ceramahpidato.com

الحمد لله ربِّ العالمين والْعاقِبَةُ لِلْمُتَّقين ولا عُدْوانَ إلَّا عَلى الظَّالمِين

وأشهد أنْ لا إله إلاالله وحده لا شريك له ربَّ الْعالمين وإلَهَ المُرْسلين وقَيُّوْمَ السَّمواتِ والأَرَضِين وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوثُ بالكتابِ المُبين الفارِقِ بَيْنَ الهُدى والضَّلالِ والْغَيِّ والرَّشادِ والشَّكِّ وَالْيَقِين

والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلى حَبِيبِنا و شَفِيْعِنا مُحمَّدٍ سَيِّدِ المُرْسلين و إمامِ المهتَدين و قائِدِ المجاهدين وعلى آله وصحبه أجمعين

فياأيها المسلمون أوصيكم وإياي بتقوى الله عز وجل والتَّمَسُّكِ بهذا الدِّين تَمَسُّكًا قَوِيًّا

فقال الله تعالى في كتابه الكريم

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وقال الله تعالى

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Khutbah Jumat

Dari mimbar yang kita muliakan ini, ijinkan saya mengajar kepada diri saya sendiri, dan juga kepada saudara-saudara sekalian. Marilah kita selalu dan terus menambah nilai ketakwaan kepada allah subhannahu wa ta’ala. Yaitu senantiasa menjalankan secara iklas seluruh perintah allah swt. kemudian menjauhi segenap larangan-larangannya. Marilah kita pusatkan perhatian kita kepada peningkatan mutu ibadah, apapun aktifitasnya pastikan niat dan tujuannya tidak ada lain kecuali ibadah, serta selalu memperhatikan rambu-rambu agama sebagai pijakannya. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kegiatan yang tidak bermanfaat baik untuk kehidupan dunia terlebih kehidupan hakiki di akherat yang abadi nanti.

Hadirin jama’ah jum’at rahimakumullah,

Apabila kita mencermati kondisi lingkungan sekitar kita, pasti akan menemukan banyak hal yang mestinya membuat kita prihatin dan mengelus dada ketika melihatnya. Betapa kehidupan ini berjalan dan berkembang tidak lagi dilandasi dengan nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Kebanyakan manusia didalam menjalani hidup hanya mengikuti jalan pikiran dan analisa akalnya tanpa memperhatikan sentuhan-sentuhan spiritual yang mestinya menjadi pijakan utama dalam menentukan arah langkahnya. Hal ini sebenarnya sebuah ancaman bagi dunia islam, dimana pemikiran dan aktualisasi ajarannya telah menyimpang dari dasar semestinya.
Dalam segi aqidah banyak sekali umat islam yang menganut keyakinan-keyakinan syirik, menyekutukan allah dalam hal ibadah. Mereka menyembah allah, namun tidak menjadikan allah sebagai satu-satunya penolong dalam hidupnya, ketergantungan kepada mahluk mengalahkan ketergantungan kepada allah. Ketika menghadapi persoalan hidup mereka lari ke para normal, dukun dan orang-orang yang menyimpang dari aqidah agama. Mereka menyatakan iman kepada allah, akan tetapi lebih percaya kepada peringatan pemimpinnya ketimbang peringatan allah swt. mereka lebih meyakini kebenaran hasil analisa otak dan penelitian ilmiah, namun mengesampingkan sebuah keyakinan bahwa, segala sesuatu yang terjadi atas qadha dan taqdir allah.
Kemudian dalam dunia politik, yang tampil hanyalah permainan penuh rekayasa dan trik-trik nakal yang jauh dari kehidupan demokratis. Panggung politik tak ubahnya seperti arena perjudian dan dijadikan alat untuk pencapaian nafsu kekuasaan belaka. Dalam bidang ekonomi, sistem kapitalis dan praktek riba yang diharamkan allah masih mendominasi kehidupan. Akibatnya semakin lebarnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, yang kuat memangsa yang lemah, dan sistem perekonomian hanya profit marginal orientet mengesampingkan dampak sosial dan lingkungan. Sementara itu, dalam kehidupan sosial budaya yang tampak adalah kebobrokan moral generasi muda. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: perzinaan, pemerkosaan, pembunuhan, kasus narkoba dan sebagainya.

Hadirin jama’ah jum’at rahimakumullah,

Apa yang kita saksikan sekarang ini, kita jadi ingat firman allah,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia, supaya allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ( ke jalan yang benar)”. Qs. ar-ruum ayat 41

Menurut abu aliyah, “barang yang berbuat maksiat kepada allah di bumi, maka sungguh ia merusak bumi, karena kebaikan langit dan bumi itu disebabkan ketaatan, yaitu semua manusia atau kebanyakan manusia meninggalkan perkara yang diharamkan. Jika kemaksiatan yang diperbuat, maka hal itu menjadi sebab hilangnya keberkahan langit dan bumi. (tafsir ibnu katsir, juz 6 hal 320).
Kerusakan di daratan dan di lautan adalah rusaknya ekosistem alam karena pencemaran lingkungan, eksploitasi sumber daya alam yang membabi buta, sehingga perputaran musim tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan cenderung mengakibatkan bencana yang lebih besar. Bencana tersebut adalah berkurangnya sumber penghasilan, dan banyaknya jiwa melayang.

Hadirin jama’ah jum’at rahimakumullah,

Salah satu penyebabnya adalah karena sebagian kaum muslimin mengikuti paham yang bisa disebut dengan sekulerisme (‘ilmaniyah). Paham itu mengajarkan bahwa kehidupan dunia harus dipisahkan dari masalah agama. Menurut mereka, dunia ya dunia, jangan membawa masalah agama di dalamnya.Soal agama adalah privasi seseorang. Oleh karena itu, menurut paham ini, masalah hubungan sesama manusia seperti ccara bergaul, cara berpakaian maupun cara berekonomi cukup diserahkan pada rasio atau akal manusia saja. Sehingga, mereka pun menyembombongkan diri dengan meninggalkan ajaran allah swt. terutama yng berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Ajaran sekulerisme inilah menjadi tantangan kita dewasa ini. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syaikh muhammad abdul hadi al-misri dalam kitabnya “mauqif ahlus sunnah wal jama’ah minal ‘ilmaniyah” (sikap ahlus sunnah terhadap sekulerisme). Menurut beliau, cara hidup sekuler jelas sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid. Sekulerisme (‘ilmaniyah) berusaha menegakkan kehidupan dunia tanpa campur tangan agama, atau yang lazin disebut la diniyyah. Sehingga tata kehidupan yang mereka bangun bukanlah tata kehidupan yang bersumber dari wahyu allah swt. Dengan kata lain, sekulerisme aturan-aturan yang tidak berpedoman kepada hukum-hukum allah. Padahal allah swt.:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya:

Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum allah bagi orang-orang yang yakin? (Qs. al-maidah 50).

Allah mengingkari orang-orang yang keluar dari hukum-hukum allah yang sarat dengan kebaikan bagi hambanya dan sangat adil. Mengikuti hukum-hukum yang tidak bersumber dari ketentuan-ketentuan allah, yaitu sebuah aturan hukum yang ditetapkan manusia berdasarkan akal pikiran dan tuntutan hawa nafsunya, tidak merujuk kepada syariat agama. Bukankan hukum-hukum allah swt. itu yang paling benar? karena bersumber dari yang maha benar. Boleh saja kita membuat undang-undang atau aturan untuk mengatur kehidupan manusia, asalkan ruh dari aturan tersebut tidak bertentangan dengan aturan allah, atau menerminkan nilai-nilai ilahiyah.
Di dunia ini banyak sekali aturan buatan manusia, namun seringkali mengalami perubahan seiring dengan perubahan zaman. Perubahan tersebut juga tidak menjamin tatanan manusia menjadi lebih baik. Hal itu menunjukkan bahwa aturan buatan manusia tidak bisa dijadikan referensi mutlaq karena kebenarannya masih belum teruji sepanjang masa. Berbeda dengan aturan allah yang disampaikan melalui utusannya, sejak diturunkan hingga akhir masa tidak pernah berubah dan tetap bisa dijadikan dasar untuk mengatur tata kehidupan manusia. Itulah sebabnya mengapa rasulullah mengingatkan kita dalam sebuah hadits:
Manusia yang paling dibenci allah ada tiga: orang yang kafir (mengingkari) perkara haram, orang yang mencari hukum jahiliyah di dalam islam, orang yang mencari darah seseorang dengan cara yang tidak benar supaya ia meminumnya” (Hr. muslim)
Hal serupa juga ditegaskan oleh abu ubaidah: aku pernah mendengarkan iman hasan berkata, “barang siapa yang menetapkan hukum dengan selain hukum allah, maka itu hukum jahiliyah.” (tafsir ibnu katsir juz 3 hal, 131).

Hadirin jama’ah jum’at rahimakumullah,

Jelas sekali, bahwa kehidupan sekulerisme yang kini menggejala dengan kebebasannya, amat bersebrangan dengan tauhid, fondasi ajaran agama kita. Oleh karena itu kita semua harus waspada terhadap konsep hidup sekuler itu.
Kemudian, bagaimanakah solusinya, bagaimanakah menyelesaikan serangkaian problem-problem yang kita bicarakan tadi? bagaimana agar kita bisa keluar dari fitnah yang begitu banyak tersebut?

Saudara sekalian yang dirahmati allah,

Resepnya tidak ada lain kecuali kembali kepada al-kitab (al-Qur’an) dan sunnah nabi muhammad saw. dengan pemahaman salafus shalih. Sebab, mengikuti al-Qur’an dan sunnah nabi adalah jalan satu-satunya menuju keselamatan. Melalui langkah ini ada jaminan yang kuat bagi kita untuk menyelesaikan berbagai kemelut yang menimpa kita. Ketika rasulullah saw. dan sahabatnya di mekkah, yakni di awal-awal beliau menyampaikan wahyu, situasinya hampir sama dengan keadaan yang kita hadapi saat ini. Hampir sama. Hanya bentuknya saja yang berbeda, namun inti dan subtansinya tidak berbeda. Kalau dulu ada perzinahan, misalnya, sekarang banyak perzinahan dengan berbagai model.
Oleh karena itu, untuk menata kembali kondisi ummat seperti sekarang ini, tidak bisa tidak, kita hurus melakukan sesuatu sebagaimana rasul saw. membina ummat. Yaitu masalah tauhid, harus dibenahi terlebih dahulu, sebab, seperti itulah yang juga dilakukan para ulama terdahulu. Karena tauhid adalah fondasi agama islam. Jika fondasi itu roboh, roboh pula bangunan islam yang lain. Sebaliknya, kalau tauhid ummat ini kuat berarti fondasi yang menopang seluruh bangunan islam itu pun kuat pula.
Dengan demikian pembinaan tauhid merupakan masalah yang sangat strategis bagi upaya pembangkitan kembali ummat ini. Upaya-upaya untuk membangun kembali umat islam, yang tidak memulai langkahnya dari pembinaan tauhid sama artinya dengan membangun rumah tanpa fondasi. Sia-sia belaka. Oleh karena itu, memperkuat tauhid umat harus menjadi program yang diprioritaskan oleh seluruh kalangan kaum muslimin ini. Pembinaan tauhid sebagaimana yang difahami salafus shalih harus disosialisasikan kepada seluruh ummat. Sehingga mereka memahami jalan hidup yang benar, meninggalkan pola hidup yang salah.

Hadirin jama’ah jum’at rahimakumullah,

Adapun solusi yang tepat untuk menyelamatkan umat dari bahaya paham skulerisme tidak lain kecuali kembali kepada al-Qur’an dan hadits. Rasulullah saw. berpesan kepada kita: Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat darimu setelah berpegang keduanya: kitabullah dan sunnahku. (Dishahihkan al-albani dalam kitab al-jami’, diambil dari kitab al-firqatun naajiyah).
Dari sini bisa kita simpulkan bahwa kondisi ummat yang carut marut sekarang ini banyaknya kesyirikan dan bid’ah. Merebaknya budaya sekulerisme (kehidupan tanpa tuntunan agama), menggejalannya berbagai fitnah hanya bisa di atasi dengan kembali kepada sumber ajaran kita yang murni yakni al-Qur’an dan sunnah. Karena bila selalu berpijak kepada al-qur’an dan sunnah sebagaimana pemahaman ulama terdahulu, bahwa langkah awal dalam membangun masyarakat adalah dengan menanamkan tauhid. Sebab yang diseru rasulullah saw. pertama kali di mekkah adalah tauhid, sebelum menyeru masalah-masalah lain.
Oleh karena itu, jama’ah sekalian, sudah waktunya kita kembali kejalan yang benar. Hindari paham sekulerisme yang membahayakan keyakinan dan amaliyah kita. Kita harus yakin bahwa nilai-nilai agama bisa diterapkan dibibang kehidupang apa saja. Karena agama diturunkan dimuka bumi memang untuk mengatur kehidupan manusia. Sudah seharusnya kita selalu berpijak kepada aturan-aturannya semoga allah membimbing kita semua. Amin [cp]

Khutbah Kedua Jum’at

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Tags:

ceramah terbaru 2016, khotba jumat bahaya faham sakuralisme, Khutbah jum\at bahaya sekulerisme, khutbah jumat terbaru padat dan singkat, khutbah jumat lengkap dengan doa, khutbah jumat kaum yang tidak paham alquran, khutbah jumat hukum Allah dan hukum manusia, khutbah jumat bahaya paham sekularisme, Khutbah jumat ahlussunnah waljamaah, khutbah jumah bulan shofar ahlussunah wal jamaah
Advertisement
Khutbah Jumat: Bahayanya Paham Sekulerisme | admin | 4.5
Leave a Reply